Tahap perkembangan Bahasa pada anak

 


Usia Tahap Perkembangan Bahasa pada anak:

a.(0, 0-0,5) Tahap Meraban (Pralinguistik) Pertama 

  Pada tahap meraban pertama, selama bulan-bulan awal kehidupan, bayi-bayi menangis, mendengkur, mendenguk, menjerit, dan tertawa. Bunyi-bunyian seperti itu dapat ditemui dalam segala bahasa di dunia. Tahap meraban pertama ini dialami oleh anak. 

b.Tahap Meraban Kedua (pralinguistik) kedua: kata nonnense (0, 5-1, 0).

  Pada tahap ini anak mulai aktif artinya tidak sepasif sewaktu ia berada pada tahap meraban pertama. Secara fisik ia sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti memegang dan mengangkat benda atau menunjuk. Berkomunikasi dengan mereka mulai mengasyikan karena mereka mulai aktif memulai komunikasi. 

c.Tahap Linguistik I: Holofrastik;Kalimat Satu Kata (1,0-2,0).

  Jika pada tahap pralinguistik pemerolehan bahasa anak belum menyerupai bahasa orang dewasa maka pada tahap ini anak mulai bisa mengucapkan bahasa yang menyerupai ujaran orang dewasa.  

d. (2.0-3,0) Tahap Linguistik II: Kalimat Dua Kata.  

   Tahap linguistik kedua ini biasanya mulai menjelang hari ulang tahun kedua. Kanak-kanak memasuki tahap ini dengan pertama sekali mengucapkan dua holofrase dalam rangkaian yang cepat (Tarigan, 1980). Misal:mama masak, adik minum, papa pigi (ayah pergi, baju kakak dsb. Ucapan-ucapan ini pun, mula-mula tidak jelas seperti”di “ maksudnya adik, kemudian anak berhenti sejenak, lalu melanjutkan “num”maksudnya minum. Maka berikutnya muncul kalimat, “adik minum”. Perlu Anda ketahui bahwa keterampilan anak pada akhir tahap ini makin luar biasa. Komunikasi yang ingin ia sampaikan adalah bertanya dan meminta. Kata-kata yang digunakan untuk itu sama seperti perkembangan awal yaitu: sini, sana, lihat, itu, ini, lagi, mau dan minta.

  Selain keterampilan mengucapkan dua kata , ternyata pada periode ini si anak terampil melontarkan kombinasi antara informasi lama dan baru. Pada periode ini tampak sekali kreativitas anak. Keterampilan tersebut muncul pada anak dikarenakan makin bertambahnya pembendaharaan kata yang diperoleh dari lingkungannya dan juga karena perkembangan kognitif serta fungsi biologis pada anak. Setelah tahap dua kata ini anak masih mengalami beberapa perkembangan penting yang patut kita pahami. Perkembangan berikutnya yang disebut dengan pengembangan tata bahasa.

e. (3,0-4,0) Tahap Linguistik III: Pengembangan Tata Bahasa

  Tahap ini dimulai sekitar usia anak 2,6 tahun, tetapi ada juga sebagian anak yang memasuki tahap ini ketika memasuki usia 2,0 tahun, bahkan ada juga anak yang lambat yaitu ketika anak berumur 3,0 tahun. Pada umumnya pada tahap ini, anak-anak telah mulai menggunakan elemen-elemen tata bahasa yang lebih rumit, seperti: polapola kalimat sederhana, kata-kata tugas (di,ke,dari, ini, itu dsb.), penjamakan, pengimbuhan, terutama awalan dan akhiran yang mudah dan bentuknya sederhana (Hartati, 2000). Meskipun demikian, kalimat-kalimat yang dihasilkan anak masih seperti bentuk telegram atau dalam bahasa Inggrisnya “telegraphic utterances”(ucapan-ucapan telegram) contoh: “ini adi nani, kan ?” ( adi maksudnya adik),”mama pigi ke pasar”, “nani mau mandi dulu”, dan sebagainya. 

f. (5,0-)Tahap Linguistik V: Kompetensi penuh

  Sekitar usia 5-7 tahun, anak-anak mulai memasuki tahap yang disebut sebagai kompetensi penuh. Sejak usia 5 tahun pada umumnya anak-anak yang perkembangannya normal telah menguasai elemen-elemen sintaksis bahasa ibunya dan telah memiliki kompetensi (pemahaman dan produktivitas bahasa) secara memadai. 

  Walau demikian, perbendaharaan katanya masih terbatas tetapi terus berkembang/bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan. Berikutnya anak memasuki usia sekolah dasar. Selama periode ini, anak-anak dihadapkan pada tugas utama mempelajari bahasa tulis. Hal ini dimungkinkan setelah anak-anak menguasai bahasa lisan.

   Perkembangan bahasa anak pada periode usia sekolah dasar ini meningkat dari bahasa lisan ke bahasa tulis. Kemampuan mereka menggunakan bahasa berkembang dengan adanya pemerolehan bahasa tulis atau written language acquisition. Bahasa yang diperoleh dalam hal ini adalah bahasa yang ditulis oleh penutur bahasa tersebut, dalam hal ini guru atau penulis. Jadi anak mulai mengenal media lain pemerolehan bahasa yaitu tulisan, selain pemerolehan bahasa lisan pada masa awal kehidupannya.

  Menurut Tarigan (1988) salah satu perluasan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus mendapat perhatian khusus di sekolah dasar adalah pengembangan baca tulis (melek huruf). Perkembangan baca tulis anak akan menunjang serta memperluas

pengungkapan maksud-maksud pribadi Si Anak, misal melalui penulisan catatan harian, menulis surat, jadwal harian dsb. Dengan demikian perkembangan baca tulis di sekolah dasar memberikan cara-cara yang mantap menggunakan bahasa dalam komunikasi dengan orang lain dan juga dengan dirinya sendiri.

Pada masa perkembangan selanjutnya, yakni pada usia remaja, terjadi perkembangan bahasa yang penting. Periode ini menurut Gielson (1985) merupakan umur yang sensitif untuk belajar bahasa. Remaja menggunakan gaya bahasa yang khas dalam berbahasa, sebagai bagian dari terbentuknya identitas diri.Akhirnya pada usia dewasa terjadi perbedaan-perbedaan yang sangat besar antara individu yang satu dan yang lain dalam hal perkembangan bahasanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen📖

Menulis Argumentasi✍